Aku terjaga dari sebuah jiwa yang hidup dengan sukar, bernapas dengan kasar pandai meramu rasa, merakit cerita namun bodoh berucap, sulit berkelana Kami adalah anomali, namun Tuhan menyebut kami sejati kata yang fana, kami tak serasi namun kata Yang tahu, kami ini abadi Selaras kisah-kisah kami yang sempat kelu berkali-kali kami termangu, diterpa badai di hantam sendu dijejal pula oleh rinai rinai air kelabu namun sebab kata-Nya kami abadi, kami tetap menjadi satu nadi tak dapat dipisah kan kami dengan "sepasang" yang dipanggil diksi, namun selalunya, kami dipanggil "nadi" yang saling mengasihi. Swiss Van Java 3.5.25
Dalam waktu 866 hari, ada banyak hal yang terjadi. Ada banyak tawa, dan sedih yang jumlahnya mungkin hanya beberapa. Sedihnya sedikit, karena tertutupi bahagia yang energinya lebih kuat ada dalam diri kita. Dalam 866 hari ini, ternyata ada banyak hal yang kamu berikan. Banyak sekali sesuatu yang tak dimiliki perempuan lain seusiaku yang sudah kamu berikan kepadaku. Padahal, aku hanya seorang manusia yang tidak sempurna dan penuh dengan luka. Dalam setiap hela do`a, ada banyak harap yang ku ajukan, meski tak selalu kamu ketahui. Harapan terbesarku hari ini, aku ingin melihatmu bahagia lebih lama. Dan aku ingin menjadi sebab hadirnya bahagia itu. Tolong, hiduplah lebih lama, temani aku lebih lama. Aku ingin membuktikan padamu bahwa aku bisa memberikannya padamu. Aku ingin memberikan banyak bahagia padamu.
Ini adalah sebuah coretan . Kisahku kepada Tuhan, perihal Tuan, yang Tuhan kirim, demi membuatku merasa lebih hidup dari sebelumnya. Kisahku kepada Tuhan, perihal Tuan, yang Tuhan kirim padaku, untuk membuatku merasakan senyuman yang sesungguhnya. Tuhan mendengarku, kala kedua telapak tanganku menengadah. Kemudian setiap ucapku terdengar merdu. Mengisahkan betapa beruntungnya aku, sebab kini aku telah dibersamai oleh seorang manusia sederhana yang ku panggil Tuan. Tuhan membelaiku, kala kedua bibir ini berbisik di muka bumi. Kemudian setiap kisahku menggema di atas cakrawala, hingga menembus jalur-jalur nabastala. Membincangkan mengenai kebajikan Tuan, kelembutannya, serta seluruhnya yang selalu membuatku merasakan kesungguhan dalam kebahagiaan. Alangkah baiknya Tuhan, yang telah menjadikan sisa napasku di dekap kehangatan tutur Tuan. Alangkah bijaknya Tuhan, yang telah menjadikan nadiku bersanding dengan deru napas Tuan. Hingga aku sadar bahwa Tuan m...
Komentar
Posting Komentar